@PWILS Gresik -- Mengenal Wali Songo merupakan materi yang menarik karena kita akan mengetahui siapa saja tokoh dari Walisongo tersebut, mulai dari personal maupun latar belakang yang selama ini menjadi misteri hingga strategi dakwah jitunya yang membuat masyarakat berbondong-bondong masuk Islam. Bagaimana mereka mampu menampilkan cara dakwah yang elegan atau karena faktor karomah yang selama ini jadi cerita rakyat atau karena faktor dominasi kerajaan Majapahit yang runtuh bahkan bisa jadi karena faktor lain yang lebih fundamental yakni indahnya Islam sehingga mampu disajikan kepada masyarakat dan cara penyebaran melalui pendekatan tradisi dan budaya masyarakat lokal (Local Wisdom) sehingga lebih mengena.
Penyebaran Islam di Indonesia tidak lepas dari kiprah para Wali Songo yang menyebarkan islam dengan mempertimbangkan tradisi dan budaya obyek dakwahnya, karena itulah di pentas syiar Islam di bumi nusantara jejak mereka tidak bisa dilupakan karena kontribusinya yang sangat luar biasa terhadap perkembangan islam dan peradaban yang menitikberatkan pada empati. Oleh umat muslim tokoh-tokoh tersebut diberi sebutan Wali Songo yang mengandung makna khusus terhadap keberadaan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam penyebaran Islam khususnya di Pulau Jawa abad ke-15 dan 16. Kehadiran Wali Songo memiliki pengaruh kuat di masyarakat Islam di Jawa, masyarakat Jawa memanggil Sunan untuk tokoh-tokoh Wali Songo, mereka juga berada di balik berdirinya Kerajaan Demak Bintoro Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang akhirnya mampu meruntuhkan dominasi Kerajaan Majapahit yang beragama Hindu Budha, berdasarkan jejak rekam sejarah tersebut, peran mereka memang sudah tidak diragukan lagi tetapi keberadaan mereka hingga kini ternyata masih mengundang teka-teki dan tanda tanya mulai dari nama dan asal-usul hingga silsilah keluarganya dan apakah diantara mereka masih punya pertalian keluarga satu sama lain. Apakah mereka punya hubungan dengan Daulah Turki Usmani dan kerajaan Islam Samudra Pasai karena itu mari kita coba bahas satu persatu sehingga bisa terjawab dan syukur-syukur tuntas.
Pengertian dan maksud kata Walisongo berasal dari dua suku kata yakni Wali dan Songo kata Wali menurut saksono berasal dari kata wala atau walia berarti Karaba yang artinya dekat yang dapat dipadankan dengan kerabat pelindung teman dan lainnya makanya kata Wali Allah dalam Bahasa Arab berarti wakil Allah atau kekasih Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena dianggap saking dekatnya dengan Allah sedang kata songo atau Sanga menurut Muhammad Adnan berasal dari kata fana dalam bahasa Arab tetapi di kalangan masyarakat Jawa terjadi penyimpangan pelafalan sehingga menjadi sanga atau Songo, sana sendiri berarti mulia namun pendapat lain menyebut kata Songo itu maksudnya adalah 9 sehingga mengartikan Wali Songo adalah para wali berjumlah 9 meski faktanya jumlah Wali bukan hanya Sembilan. Para wali juga memiliki gelar Sunan, kata Sunan atau susuhanan berasal dari kata Suhun kasuhun sinuhun berarti yang dijunjung tinggi atau dijunjung di atas kepala juga bermakna paduga mulia yang menjadi panutan masyarakat setempat ada juga yang mengatakan Sunan berasal dari kata suhunan artinya guru besar atau orang berilmu tinggi. Gelar Sunan bukan hanya disematkan kepada para wali tetapi juga digunakan para raja Mataram Islam sampai kerajaan Surakarta, dewasa ini bagi sebagian besar masyarakat Jawa Wali Songo dianggap memiliki nilai kekeramatan dan kemampuan di luar kelaziman mereka merupakan sembilan ulama yang merupakan pelopor dan pejuang penyiaran Islam di Jawa abad 15 dan 16 Masehi namun asal usul mereka hingga kini masih menjadi teka-teki. Ada yang menyebut mereka berasal dari wilayah Hadramaut Yaman juga Ada pendapat yang menyebut Wali Songo merupakan keturunan dari samarkan, campa, atau tempat lainnya, tampaknya tempat-tempat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh dari pada asal usul mereka yang sebagian besar adalah kaum Sayyid, Syarif, atau keturunan Sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Pendapat lain mengatakan Wali Songo adalah sebuah majelis dakwah pertama kali didirikan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik tahun 1404 masehi atau 808 Hijriyah dan atas dasar sebagai sebuah majelis Wali Songo beranggotakan 9 orang itulah Ada yang mengkait-kaitkan bahwa mereka berasal dari Cina karena dianggap mirip dengan konsep kosmologi Nawa Dewata atau 9 Dewa lepas apakah itu benar atau tidak yang jelas keberadaan Wali Songo merupakan pembaharu masyarakat di masanya.
Pengaruh Wali Songo dirasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa mulai kesehatan, bercocok tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, hingga pemerintahan. Menurut catatan Ibnu Batutah dalam kitab kanjil Ulum disebutkan bahwa para Walisongo merupakan anggota tim yang segaja dikirim Sultan Daulah Turki Utsmani Muhammad 1 untuk syiar Islam, terbentuk dalam dewan Wali Yang memiliki tugas mensyiarkan islam di pulau jawa dengan tugas dan keahlian masing-masing. Perbedaan pendapat yang terjadi yakni asal usul mereka dan juga personal dari mereka. Terlepas dari perbedaan pendapar tersebut tokoh Wali Songo yang lazim disebut adalah sebagai berikut:
Sunan Gresik, nama aslinya adalah Maulana Malik Ibrahim
Sunan Ampel, nama aslinya adalah Raden Rahmat
Sunan Bonang, nama aslinya adalah Maulana Makdum Ibrahim
Sunan Drajat, nama aslinya adalah Raden Qasim
Sunan Giri, nama aslinya adalah Muhammad Ainul Yaqin
Sunan Kalijaga, nama aslinya adalah Raden Said
Sunan Kudus, nama aslinya adalah Jaffar Shadiq
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati, nama aslinya adalah Syarif Hidayatullah
Itulah kesembilan Wali Songo dimana kedatangan mereka di tengah-tengah masyarakat Jawa diterima dengan baik karena mereka tidak dipandang sebagai sebuah ancaman. Para wali justru melebur menggunakan unsur-unsur budaya lama Hindu Budha sebagai media dakwahnya dengan Sabar sedikit demi sedikit Wali Songo memasukkan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam unsur-unsur lama yang sudah berkembang. Perjuangan dakwah Walisongo nyaris tanpa konflik karena sangat halus dalam mengajar masyarakat dan semua dilakukan dengan Jalan Damai.
Penulis : @Syaf