PWILS Gresik -- Perjalanan Organisasi Walisongo Indonesia Kabupaten Gresik tidak terlepas dari 3 Tokoh Kunci berikut, KH. Toyyib Mubarok Damanhuri, KH. Ahmad Zaimuddin, dan Muhammad Gus Maulana Yasin. Tiga orang tersebut konsen terhadap Nasab sejak Tahun 2015 sebelum terbentuknya Perjuangan Walisongo Indonesia. Setelah Organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia terbentuk (SK Kemenkumham Nomor AHU-0010149.AH.01.07 Tahun 2023), maka ketiga orang diatas melakukan Silaturrahmi kepada KH. Imaduddin Ustman Al-Bantani dan beberapa Tokoh Pendiri PWILS yang pada waktu itu posisinya berada di Kota Demak. Dalam silaturrahmi tersebut salah satunya membahas terkait pendirian PWILS Kabupaten Gresik,  tidak berselang lama ketiga orang tersebut melakukan pendekatan kepada Ulama-Ulama setempat Gresik, akhirnya mendapatkan angin segar, tidak butuh waktu lama dibentuklah Kepengurusan Perjuangan Walisongo Indonesia Kabupaten Gresik dengan struktur kepengurusan inti antara lain, KH. Ahmad Zaimuddin, S.Pd.I. sebagai Ketua PengurusDr. H. Abdul M. Mu'id, S.Ag., M.Pd.I. sebagai SekretarisKH. Syaiful Munir, S.Ag. sebagai Ketua Dewan Kasepuhan., H. Alex Suwandi, S.T sebagai Bendahara, dan Fatkhur Rokhman, SH sebagai Ketua Laskar Sabilillah. Adapun posisi ketiga orang yang membawa PWILS ke Kabupaten Gresik juga menduduki posisi yang strategis antara lain KH. Ahmad Zaimuddin, S.Pd.I sebagai Ketua PengurusKH. Toyyib Mubarok Damanharui, S.Pd. sebagai Wakil Dewan Kasepuhan, dan Muhammad Gus Maulana Yasin, S.Pd. sebagai Wakil Sekretaris.

Peresmian kepengurusan Perjuangan Walisongo Indonesia Kabupaten Gresik serta pelantikan pengurus dilaksanakan di Padepokan Wong Bodho Pondok Mburi Desa Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik yang dihadiri oleh KH. Imaduddin Ustman Al-Bantani dan Dr. KH. Abbas Billy Yachsy, M.A., yang juga dihadiri oleh semua Pengurus Awal DPD PWILS Kabupaten Gresik. Walaupun pelantikan tersebut diwarnai dengan Demonstrasi yang dilakukan oleh Muhibbin Habib yang datang dari luar kota, acara tetap terselenggara dengan khidmad dan lancar, pelantikan tidak hanya dilakukan untuk kepengurusan DPD Kabupaten Gresik saja, namun juga dari beberapa Kota yang pelantikannya bersamaan di Kabupaten Gresik. Para pendemo tidak bisa masuk ke acara tersebut karena Kepolisian Kota Gresik telah menurunkan banyak personil untuk mengamankan acara tersebut, dan juga di backup oleh ribuan personil Pencak Silat dari beberapa perguruan.

Ketiga tokoh diatas yang membawa sebuah perjuangan dalam memurnikan Nasab Rosulullah SAW, dengan ikut membentuk Kepengurusan Daerah PWILS di Kabupaten Gresik, hal ini tentunya untuk ikut andil dalam memberikan edukasi bagi masyarakat setempat secara khusus dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Disamping untuk memurnikan nasab Rosulullah SAW dari pencangkokan nasab yang dilakukan oleh klan Ba'alwi yang ada di Indonesia tetapi juga untuk mengembalikan sejarah yang dibelokkan serta nama-nama makam yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Perjuangan ini haruslah diapresiasi oleh pengurus yang lain karena siapapun yang membawa PWILS ke Kabupaten Gresik tersebut, mereka adalah Founding Father dari suatu organisasi. Dinamika organisasi sangat dinamis, hal itu tentu sangat positif menuju pada kedewasaan suatu organisasi, namun demikian kedinamisan tersebut harus menjunjung etika dan sikap apresiatif kepada Founding Father yang telah membuat organisasi ini sebagai wujud baru dari suatu perjuangan.

Sebagai organisasi perjuangan, fokus perjuangan PWILS tidak hanya pada upaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencakokan nasab Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh klan tertentu, termasuk merubah sejarah, merubah nama tokoh-tokoh sejarah masa lalu, dan makam-makam palsu. Tetapi juga Organisasi Perjuangan Walisongo mempunyai program dalam melestarikan seni dan budaya, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, dan beberapa program produktif lainnya. Hal ini merupakan upaya agar organisasi tetap berjalan dinamis dan solutif.

Capaian positif yang telah dilakukan oleh PWILS Kabupaten Gresik adalah poin-poin positif yang disepakati pada Rapat Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dengan PWILS. Dalam rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas KESBANGPOL sebagai pihak yang telah menyelenggarakan Rakor tersebut dan turut dihadiri oleh Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab Gresik, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kab Gresik, Ketua FKUB Kab Gresik, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kab Gresik, Kasat Intel Polres Gresik, Pasi Ops Kejaksaan Negeri Gresik, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik, Kabag Ops Polres Gresik, Kepala Subbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Gresik, Komandan Sub Denpom. Adapun Perwakilan Perjuangan Walisongo Indonesia yang Hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut adalah Ketua PWILS Kab Gresik K.H. Ahmad Zaimuddin, S.Pd.I., Dr. Mudhofar Basuni, S.Pd., M.Pd. Mohammad Sholik, S.Kom., M.Kom., Abdul Karim, S.Pd.I., Muhammad Gus M. Yasin, S.Pd., dan H. Fatkhur Rohman, S.H. 

Hal positif dalam diskusi tersebut adalah, kesepahaman bahwa pembelokan sejarah, pemalsuan makam, dan pengubahan nama tokoh adalah kejahatan, serta negara harus hadir di dalamnya untuk menuntaskan masalah tersebut.  Kepala Dinas KESBANGPOL menyampaikan bahwa untuk memutus pengaruh hal-hal yang diilustrasikan diatas, maka dimulai dari Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengundang penceramah dengan mengundang ulama-ulama pribumi, sembari menyampaikan akan mengundang Gus Iqdam dalam acara di Pemkab, beliau juga menyampaikan untuk menghimbau para camat untuk mengundang ulama-ulama nusantara jika ada acara-acara di pemerintahan, semoga ungkapan secara lisan tersebut dilaksanakan dengan baik.  Kemungkinan akan ada dialog lanjutan untuk membahas isu-isu strategis terkait dengan pemalsuan makam, khoul, dan lain sebagainya.