Pendahuluan

Nasab merupakan salah satu aspek penting dalam tradisi Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas, tetapi juga sebagai penghubung historis dan spiritual antara generasi. Salah satu nasab yang sering dibahas adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir, figur penting dalam silsilah keluarga Rasulullah SAW melalui jalur Ali bin Abi Thalib. Dalam kajian ini, kita akan membahas validitas nasab Ahmad Al-Muhajir berdasarkan referensi kitab klasik yang berbeda.

Metodologi Kajian

Kajian ini menggunakan metode analisis teks terhadap beberapa kitab klasik, antara lain:

  1. Tahdzibul Ansab wa Nihayatul Alqab karya Al-Ubaidili (w. 437 H).
  2. Al-Majdi fi Ansabittholibin oleh Sayyid Syarif Najmuddin Ali bin Muhammad Al-Umri (w. 490 H).
  3. As-Syajarah Al-Mubarokah karya Imam Fakhrurazi (w. 604 H).
  4. Muntaqilatut Tholibiyah oleh Abu Ismail Ibrahim bin Nasir Ibnu Thobatoba (w. 400-an H).
  5. Al-Fakhri fi Ansabithalibin karya Azizuddin Abu Tolib Ismail bin Husain Al-Marwazi (w. 614 H).

Hasil Analisis

  1. Kitab Abad Kelima Hijriah – Al-Ubaidili dalam Tahdzibul Ansab wa Nihayatul Alqab hanya menyebutkan Muhammad sebagai satu-satunya anak Ahmad Al-Muhajir. Tidak ada penegasan bahwa Ahmad hanya memiliki satu anak. – Al-Umri dalam Al-Majdi fi Ansabittholibin mengonfirmasi hal serupa, dengan tambahan bahwa keturunan Muhammad bin Ahmad menetap di Basrah dan Baghdad.
  2. Kitab Abad Keenam Hijriah – Imam Fakhrurazi dalam As-Syajarah Al-Mubarokah dengan tegas menyebutkan bahwa Ahmad Al-Muhajir memiliki tiga anak: Muhammad, Ali, dan Husain. Tidak ada penyebutan nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad.
  3. Kitab Abad Ketujuh Hijriah – Dalam Muntaqilatut Tholibiyah, Abu Ismail hanya mencatat keturunan Ahmad dari jalur Muhammad. Tidak ada bukti Ahmad memiliki anak bernama Ubaidillah atau keturunan yang menetap di Yaman.
  4. Kitab Abad Kedelapan Hijriah – Shofiyuddin dalam Al-Ashili fi Ansabittholibin konsisten dengan pendapat-pendapat sebelumnya bahwa Ahmad hanya memiliki keturunan dari Muhammad.
  5. Kitab Abad Kesembilan Hijriah – Ibnu Anbah dalam Umdatuttolib fi Ansabi Ali Abi Tholib juga menguatkan bahwa keturunan Ahmad berasal dari Muhammad. Tidak ditemukan nama Ubaidillah.

Diskusi

Kajian ini menunjukkan konsistensi pendapat dalam kitab-kitab klasik hingga abad kesembilan hijriah bahwa Ahmad Al-Muhajir tidak memiliki anak bernama Ubaidillah. Namun, ketiadaan nama dalam literatur-literatur tersebut tidak selalu menunjukkan tidak adanya hubungan nasab, karena faktor keterbatasan dokumentasi dan fokus karya.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian kitab klasik, validitas nasab Ahmad Al-Muhajir melalui Ubaidillah sulit untuk dikonfirmasi. Literasi sejarah lebih mendukung jalur keturunan dari Muhammad, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab klasik. Studi lebih lanjut dengan menggunakan sumber kontemporer atau catatan keluarga dari masa berikutnya diperlukan untuk melengkapi analisis ini.

Referensi

  1. Al-Ubaidili, Tahdzibul Ansab wa Nihayatul Alqab.
  2. Sayyid Syarif Najmuddin, Al-Majdi fi Ansabittholibin.
  3. Imam Fakhrurazi, As-Syajarah Al-Mubarokah.
  4. Abu Ismail Ibrahim bin Nasir, Muntaqilatut Tholibiyah.
  5. Azizuddin Abu Tolib, Al-Fakhri fi Ansabithalibin.
  6. Ibnu Anbah, Umdatuttolib fi Ansabi Ali Abi Tholib.