@PWILS Gresik -- Pemalsuan makam sangat menarik perhatian banyak orang, terutama di wilayah Gresik, Jawa Timur. Perubahan nama dan identitas makam di lingkungan dengan banyak tradisi dan kepercayaan dapat menyebabkan berbagai reaksi. Berikut adalah beberapa kasus pemalsuan makam yang terjadi di Gresik dan bagaimana hal itu berdampak pada orang-orang di sana.

DESA WOTAN

Desa wotan adalah sebuah desa di Kecamatan Panceng di sebuah wilayah sebelah Desa Gedangan, terdapat Makam Mbah Macan, yang merupakan contoh yang luar biasa. Nama makam diubah menjadi Mbah Ali Makdum Shihab pada 20 Mei 2023. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang keaslian makam dan kekhawatiran tentang kehilangan nilai sejarah nama asli.

Fakta bahwa makam ini berada di tanah yang dimiliki oleh penduduk Gedangan menunjukkan bahwa mereka memainkan peran penting dalam menjaga dan menjaga lokasi bersejarah ini. Untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap sejarah lokal, Pemuda Gedangan mengambil inisiatif membersihkan makam tersebut dalam upaya menjaga warisan budaya.

DESA LOWAYU

Makam Mbah Ahmad Sawahan di Desa Lowayu Baru-baru ini diketahui bahwa tulisan di makam tersebut diubah menjadi Sayid Alwi Al Kaff. Masyarakat mengatakan bahwa ini dimulai dengan beberapa tokoh yang ingin menelusuri sejarah makam tersebut, tetapi ini malah menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, yang merasa identitas asli makam ini telah dirusak.
Karena lokasinya di kompleks Masjid Nurul Huda Desa Lowayu, makam ini sangat penting bagi masyarakat. Makam ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan simbol spiritual dan sejarah bagi penduduk desa.

Kembalinya Nama-nama Makam di Desa Imaan Dukun

Beberapa makam di Desa Imaan telah dikembalikn namanya sebelumnya. Keputusan ini dibuat karena beberapa peristiwa kriminal yang terjadi di desa tersebut, yang mungkin berkontribusi pada perubahan nama makam. Pengembaliian nama ini menunjukkan upaya komunitas untuk mengembalikan nilai dan arti yang hilang dari lokasi bersejarah mereka.

Tindakan yang Diambil Tim PWI LS Gresik Tim PWI LS Gresik masih menyelidiki kasus pemalsuan makam ini untuk mengambil tindakan yang sesuai. Masalah ini semakin kompleks karena dugaan pembelokan sejarah yang dilakukan oleh klan Ba Alawi juga dikaitkan dengan pemalsuan makam ini. Selain itu, tim ini masih memiliki banyak hal lain yang harus mereka ketahui dan pelajari.
Pemalsuan makam di Gresik menunjukkan kesulitan masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan sejarah mereka. Jika nama makam diubah, itu berdampak pada orang yang dimakamkan dan komunitas yang menghormati mereka.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk bekerja sama untuk melestarikan dan mendokumentasikan situs bersejarah untuk menjaga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya, diharapkan peristiwa serupa tidak terulang lagi. Agar generasi mendatang dapat mengenal dan menghargai warisan yang telah ada, masyarakat harus diajak untuk lebih peduli dan aktif dalam melestarikan sejarah lokal mereka.

Ditulis Oleh : @Syaf