Kesalahan fatal yang dibuat Klan ba Alwi sangat memalukan sekaligus memilukan setetelah menasabkan leluhurnya yang bernama Ubaidillah kepada sayidina Husein Radhiallahu anhu lewat Sayid Ahmad almuhajir Bin Isa annaqib sementara ulama besar dari kalangan Ahlul Bait yang bernama Sayid Hasan al-husaini telah menulis di dalam bukunya Ubaidillah adalah sosok gubernur kufah yang zalim dan sangat membenci Ahlul Bait ketika Sina bin Anasbin Amr Nakhai telah memenggal kepala sayidina Husein, Ubaidillah menusuk-nusuk kepala itu dengan tombak kecil miliknya bahkan orang terlaknat ini sampai hati tega membunuh Putra sayidina Husein yang baru berusia 8 bulan dengan lintasan sejarah sedemikian keji. Mungkinkah ada dzuriah sayidina Husein yang sampai hati memberi nama Putra keturunannya dengan nama Ubaidillah sungguh sulit diterima akal
Kisah terbunuhnya Sayidia Husain juga diceritakan dalam kitab Bidayatun wan Nihayah ,bahkan didalam kitab ini pada Juz 15 halaman 84 menyebutkan banyak Imam yang menuliskan kepalsuan nasab Ubaidillah :
قلت: قد كتب غير واحد من الأئمة، منهم الشيخ أبو حامد الإسفراييني والقاضي الباقلاني، والقدوري أن هؤلاء أدعياء، ليس لهم نسب صحيح فيما يزعمونه، وأن والد عبيد الله هذا كان يهوديا صباغا بسلمية، وقيل: كان اسمه سعيدا، وإنما لقب بعبيد الله. وكان زوج أمه الحسين بن أحمد بن محمد بن عبد الله بن ميمون القداح
Saya berkata(qodhi Ibnu Khalkan): Lebih dari satu imam, termasuk Syekh Abu Hamid Al-Isfarayini, Al-Qadi Al-Baqalani, dan Al-Qadouri, menulis bahwa mereka adalah orang-orang yang berpura-pura, yang tidak memiliki silsilah yang benar dalam apa yang mereka klaim, dan bahwa ayah mereka di antaranya Ubaidillah adalah seorang Yahudi yang bermukim di Salamiya, dan dikatakan: Namanya Sayed, tetapi nama panggilannya adalah Ubaidullah. Ayah tirinya adalah Al-Hussein bin Ahmed bin Muhammad bin Abdullah bin Maimoun Al-Qadda
Dari keterangan beliau juga disebutkan banyak sekali kontroversial dalam nasab Ubaidillah, Al-Qadi Ibnu Khallikan dalam “Al-Wafayat”: Ada perbedaan pendapat yang sangat besar mengenai silsilah Mahdi ini. Penulis “The History of Kairouan” mengatakan: Dia adalah Ubaidillah ibn al-Hasan ibn Muhammad ibn Ali ibn Musa ibn Jaafar ibn Muhammad ibn Ali bin Al-Hussein bin Ali bin Abi Thalib, dan yang lainnya berkata: Dia adalah Ubaidullah bin Al-Taqi, Al-Hussein bin Al-Wafi, Ahmed bin Al-Radi Abdullah, dan ketiganya disebut Yang tersembunyi; Karena ketakutan mereka terhadap penerus Bani Abbas, Al-Radi Abdullah adalah anak Muhammad bin Ismail bin Jaafar Al-Sadiq, dan ada hal lain yang dibicarakan mengenai silsilahnya.Hakim Ibnu Khallikan mengatakan: ada banyak yang membantah terhadap klaim mengenai garis keturunan tersebut.
Kesimpulan dari semua uraian tersebut diatas bahwa Klaim nasab Ubaidillah yang menyambung ke Rosululloh penuh dengan kontroversial.Salah satu klaim palsu adalah yang demikian itu,seandainya klaim itu Shohih tentunya tidak akan banyak terdapat kotroversi didalamnya sebagaimana kebhongan akan memicu kebohongan yang lain atau sesuai teori hukun tidak ada kebohonngan yang terstruktur sehingg bangunan kebohongan adalah bercelah bahkan nama Ubaidillah sendiri mempunyai sejaraah tersendiri terhadapa dzuriyah jalur Sayidina Husain Rodhialloh an hu.
Demikian Wallohu A’lam Bishaawaab.
Ilustrasi gambar : SindoNews
Sumber Referensi : Kitab Nihayatun wal Bidayah,Al Wafayat