@PWILS Gresik -- Pemerintah harus tegas terhadap kelompok yang membelokkan sejarah bangsa, ketegasan tersebut sangat penting untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia dan identitas nasional. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah :

1. Identifikasi dan Investigasi

  • Pemantauan konten informasi : Pemerintah melalui lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atau Badan Intelijen Negera (BIN) memantau penyebaran konten penyebaran informasi yang dianggap membelokkan sejarah bangsa Indonesia.
  • Investigasi : Melakukan investigasi terhadap suatu tindakan yang dianggap membelokkan sejarah, apabila terjadi indikasi pelanggaran, pemerintah harus memberikan tindakan hukum yang tegas.

2. Penegakan Hukum

Melalui penegakan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku :

  • UU ITE : Menindak tegas terhadap penyebaran berita palsu atas suatu tindakan pembelokan sejarah yang ditransmisikan melalui internet dengan menggunakan platform apapun.
  • UU Keamanan Negara : Pembelokan sejarah merupakan tindakan yang mengancam integritas bangsa, integrasi nasional, dan stabilitas nasional. Sehingga pemerintah memberikan sanksi berat terhadap pelaku-pelaku pembelok sejarah tersebut.

3. Pembatasan dan Pelarangan

  • Pemblokiran Konten : Pemerintah bekerja sama dengan platform media sosial untuk memblokir konten yang memutarbalikkan sejarah.
  • Pelabelan atau Peringatan : Informasi yang menyimpang dapat diberi peringatan agar masyarakat dapat membedakan antara fakta dan disinformasi.

REALITAS PEMBELOKAN SEJARAH DAN TOKOH

  • Pembelokan nama tokoh Pangeran Diponegoro oleh klan tertentu dengan memberikan marga Assegaf, Bin Yahya, Bafaqih, Ba'abud, dan Alaydrus [1].
  • Pembuatan makam palsu Ki Juru Mertani di Kagungan dalem Nitian yang seharusnya berada di Makam Raja-Raja di kota gede [2].
  • Pembelokan sejarah oleh oknum habib bahwa bendera merah putih adalah instruksi dari habib Idrus Bin Salim Al-Jufri Palu (Al-Khoirot) ba'alwi terhadap bung karno [3].
  • Pembelokan sejarah bahwa Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi memberi fatwa ketika tanggal 17 Agustus 1945 membacakan teks proklamasi deklarasi kemerdekaan indonesia bahwa setiap tanggal 17 Agustus Wajib memasang bendera merah putih di rumah-rumah [4].
  • Pembelokan sejarah oleh oknum habib bahwa Bung Karno meminta nasehat dan petunjuk kepada Habib Ali Kwitang tentang proklamasi [5].
  • Data realitas pembelokan sejarah dan tokoh masih banyak lagi dan dapat ditemukan di internet.

DITEMUKAN MAKAM-MAKAM YANG DIBA'ALWIKAN DI PEKALONGAN [6]

  • Mbah Wali Tanduran - Diganti sebagai salah satu tokoh keramat dengan garis keturunan yang diyakini sampai kepada Ba'alwi.
  • Ki Gede Kajongan - Diganti juga sebagai Habib Thoha bin Yahya, seorang tokoh spiritual yang dihormati di wilayah Kajongan.
  • Ki Gede Cempaluk - Dinamai Ahmad Qosasi, yang dianggap bernasab yang sampai kepada Ba'alwi.
  • Ki Ageng Welo - Diganti juga sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman, makam beliau menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh para peziarah.
  • Ki Gede Penatas Angin - Salah satu tokoh yang nasabnya dihubungankan ke atas dengan nasab Ba'alwi.
  • Ki Gede Jokodono - Dinami Habib Abdurrahman bin Ali Ba'alwi.
  • Ki Gede Jurang Bencarung - Diganti sebagai Habib Alwi bin Yahya, dianggap keturunan Ba'alwi.
  • Ki Gede Angfusono - Ditulis namanya sebagai Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya
  • Ki Gede Ceper - Nasabnya juga ditulis hingga berujung pada Ba'alwi.
  • Siti Ambariyah - Diganti juga sebagai Sayyidah Fatimah, Ba'alwi.
  • Leluhur Krapyak - Dianggap sebagai Habib Syech Assegaf, namun ada indikasi bahwa makam ini adalah makam palsu.
  • Mbah Buyut Wayah - Menjadi Habib Muhyidin bin Yahya, seorang tokoh keramat yang dihormati oleh masyarakat setempat.
  • Ki Ageng Pekalongan - Makamnya berada di Wonobodro, diganti juga sebagai Habib Maksum bin Tholib bin Yahya.
  • Pangeran Dharmo Kusumo - Diganti sebagai Sayyid Husain, seorang tokoh keramat yang berpengaruh.
  • Raden Djojo Hadiningrat - Diba'alwikan dengan nama Syarif Abdurrahman.
  • Raden Pakunegoro - Diganti sebagai Abdurrahman Maulana Yusuf, seorang tokoh spiritual dengan garis keturunan yang dihubungkan dengan Ba'alwi.
  • Mbah Buyut Sabuk Alu - Diganti sebagai Habib Abdurrahman, padahal beliau seorang tokoh yang dihormati di wilayah tersebut.

Makam-makam yang diba'alwikan tidak hanya di kota Pekalongan saja, namun hampir semua kota di Indonesia ditemukan makam-makam yang diba'alwikan. Dengan realitas semacam ini, pemerintah harus turun tangan dan memberikan tindakan hukum dan pidana karena kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

 

Sumber :

[1]. Dikutip dari kompasiana melalui tautan (BACA)

[2]. Informasi diambil dari hasil investigasi melalui channel Youtube Gus Fuad Channel (LIHAT)

[3]. Informasi diambil dari channel Youtube Berguru Ngaji (LIHAT)

[4]. Informasi diambil dari channel Youtube Syam's Kreator (LIHAT)

[5]. Informasi diambil dari channel Youtube Hassan Channel35 (LIHAT)

[6]. Dikutip dari dutaislam.or.id melalui tautan (BACA)