Pemerintah Harus Bertindak Tegas Terhadap Oknum Pembelok Sejarah
21-11-2024@Redaksi
Photo : Istimewa
@PWILS Gresik -- Pemerintah harus tegas terhadap kelompok yang membelokkan sejarah bangsa, ketegasan tersebut sangat penting untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia dan identitas nasional. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah :
1. Identifikasi dan Investigasi
Pemantauan konten informasi : Pemerintah melalui lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atau Badan Intelijen Negera (BIN) memantau penyebaran konten penyebaran informasi yang dianggap membelokkan sejarah bangsa Indonesia.
Investigasi : Melakukan investigasi terhadap suatu tindakan yang dianggap membelokkan sejarah, apabila terjadi indikasi pelanggaran, pemerintah harus memberikan tindakan hukum yang tegas.
2. Penegakan Hukum
Melalui penegakan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku :
UU ITE : Menindak tegas terhadap penyebaran berita palsu atas suatu tindakan pembelokan sejarah yang ditransmisikan melalui internet dengan menggunakan platform apapun.
UU Keamanan Negara : Pembelokan sejarah merupakan tindakan yang mengancam integritas bangsa, integrasi nasional, dan stabilitas nasional. Sehingga pemerintah memberikan sanksi berat terhadap pelaku-pelaku pembelok sejarah tersebut.
3. Pembatasan dan Pelarangan
Pemblokiran Konten : Pemerintah bekerja sama dengan platform media sosial untuk memblokir konten yang memutarbalikkan sejarah.
Pelabelan atau Peringatan : Informasi yang menyimpang dapat diberi peringatan agar masyarakat dapat membedakan antara fakta dan disinformasi.
REALITAS PEMBELOKAN SEJARAH DAN TOKOH
Pembelokan nama tokoh Pangeran Diponegoro oleh klan tertentu dengan memberikan marga Assegaf, Bin Yahya, Bafaqih, Ba'abud, dan Alaydrus [1].
Pembuatan makam palsu Ki Juru Mertani di Kagungan dalem Nitian yang seharusnya berada di Makam Raja-Raja di kota gede [2].
Pembelokan sejarah oleh oknum habib bahwa bendera merah putih adalah instruksi dari habib Idrus Bin Salim Al-Jufri Palu (Al-Khoirot) ba'alwi terhadap bung karno [3].
Pembelokan sejarah bahwa Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi memberi fatwa ketika tanggal 17 Agustus 1945 membacakan teks proklamasi deklarasi kemerdekaan indonesia bahwa setiap tanggal 17 Agustus Wajib memasang bendera merah putih di rumah-rumah [4].
Pembelokan sejarah oleh oknum habib bahwa Bung Karno meminta nasehat dan petunjuk kepada Habib Ali Kwitang tentang proklamasi [5].
Data realitas pembelokan sejarah dan tokoh masih banyak lagi dan dapat ditemukan di internet.
DITEMUKAN MAKAM-MAKAM YANG DIBA'ALWIKAN DI PEKALONGAN [6]
Mbah Wali Tanduran - Diganti sebagai salah satu tokoh keramat dengan garis keturunan yang diyakini sampai kepada Ba'alwi.
Ki Gede Kajongan - Diganti juga sebagai Habib Thoha bin Yahya, seorang tokoh spiritual yang dihormati di wilayah Kajongan.
Ki Gede Cempaluk - Dinamai Ahmad Qosasi, yang dianggap bernasab yang sampai kepada Ba'alwi.
Ki Ageng Welo - Diganti juga sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman, makam beliau menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh para peziarah.
Ki Gede Penatas Angin - Salah satu tokoh yang nasabnya dihubungankan ke atas dengan nasab Ba'alwi.
Ki Gede Jokodono - Dinami Habib Abdurrahman bin Ali Ba'alwi.
Ki Gede Jurang Bencarung - Diganti sebagai Habib Alwi bin Yahya, dianggap keturunan Ba'alwi.
Ki Gede Angfusono - Ditulis namanya sebagai Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya
Ki Gede Ceper - Nasabnya juga ditulis hingga berujung pada Ba'alwi.
Siti Ambariyah - Diganti juga sebagai Sayyidah Fatimah, Ba'alwi.
Leluhur Krapyak - Dianggap sebagai Habib Syech Assegaf, namun ada indikasi bahwa makam ini adalah makam palsu.
Mbah Buyut Wayah - Menjadi Habib Muhyidin bin Yahya, seorang tokoh keramat yang dihormati oleh masyarakat setempat.
Ki Ageng Pekalongan - Makamnya berada di Wonobodro, diganti juga sebagai Habib Maksum bin Tholib bin Yahya.
Pangeran Dharmo Kusumo - Diganti sebagai Sayyid Husain, seorang tokoh keramat yang berpengaruh.
Raden Djojo Hadiningrat - Diba'alwikan dengan nama Syarif Abdurrahman.
Raden Pakunegoro - Diganti sebagai Abdurrahman Maulana Yusuf, seorang tokoh spiritual dengan garis keturunan yang dihubungkan dengan Ba'alwi.
Mbah Buyut Sabuk Alu - Diganti sebagai Habib Abdurrahman, padahal beliau seorang tokoh yang dihormati di wilayah tersebut.
Makam-makam yang diba'alwikan tidak hanya di kota Pekalongan saja, namun hampir semua kota di Indonesia ditemukan makam-makam yang diba'alwikan. Dengan realitas semacam ini, pemerintah harus turun tangan dan memberikan tindakan hukum dan pidana karena kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Sumber :
[1]. Dikutip dari kompasiana melalui tautan (BACA)
[2]. Informasi diambil dari hasil investigasi melalui channel Youtube Gus Fuad Channel (LIHAT)
[3]. Informasi diambil dari channel Youtube Berguru Ngaji (LIHAT)
[4]. Informasi diambil dari channel Youtube Syam's Kreator (LIHAT)
[5]. Informasi diambil dari channel Youtube Hassan Channel35 (LIHAT)
[6]. Dikutip dari dutaislam.or.id melalui tautan (BACA)