Yaman di gambarkan dalam Hadist sebagai salah satu negara diberikan keberkahan walaupun tidak ada ayat secara spesifik dalam Al-Qur'an yang menyebutkan kemuliaan Kota Yaman secara langsung. Namun, Yaman secara umum dikenal dalam sejarah Islam sebagai wilayah yang memiliki kedudukan penting. Misalnya, ada beberapa Hadist yang menyebutkan kebaikan dan keberkahan tanah Yaman, serta bangsa Arab Yaman yang sering dianggap sebagai simbol kedalaman iman dan kesalehan.
Sebaik-baik Penduduk Dunia [1]
Rasulullah telah mengabarkan kepada para Sahabatnya mengenai keutamaan penduduk Yaman ketimbang penduduk dunia lainnya.
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مكه والمدينة، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ…
Suatu ketika, cerita Jubair bin Muth’im, kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan antara Makkah dan Madinah. Saat itu Nabi bersabda, “Hampir-hampir bangsa Yaman melebihi kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi)
Keberkahan Melingkupi Yaman [1]
Rasulullah juga telah mendoakan agar keberkahan melingkupi Yaman dan penduduknya. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdoa,
اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا
“Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami.” (HR. Bukhori dan Ahmad).
Iman dan Hikmah ada pada Yaman [1]
Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Tatkala diturunkan ayat, ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,’” Rasulullah bersabda,
أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية
“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada Yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad).
Umat Nabi yang Akan Pertama Kali Minum dari Telaga Beliau [1]
Sahabat Nabi Tsauban berkata, Rasulullah ﷺ telah bersabda,
إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم
“Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku, sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim).
Tentara Allah di Masa Fitnah [1]
Abdullah bin Hawalah mengatakan, “Nabi SAW bersabda,
سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه يجتبي إليها خيرته من عباده فإن أبيتم فعليكم يمنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد توكل لي بالشام و أهله
“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban).
Sifat Mulia Penduduk Yaman [1]
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa penduduk Yaman lah yang pertama kali meneladankan jabat tangan.
Anas bin Malik berkata, “Nabi bersabda,
قد جاء كم أهل اليمن وهم أول من جاء بالمصافحة
“Sesungguhnya telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Merekalah pelopor pertama dalam hal berjabat tangan.”
Penduduk Yaman dalam sejarah juga dikenal bersemangat dalam menuntut ilmu. Sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan juga oleh Anas bin Malik.
“Suatu hari, beberapa orang dari negeri Yaman datang menemui Rasulullah seraya berkata,
ابعث معنا رجلاً يعلمنا السنة والإسلام
“Wahai Rasulullah, kirimkanlah untuk kami seseorang yang akan mengajari kami sunnah dan Islam.”
Lalu Rasulullah menarik tangan Abu Ubaidah seraya bersabda,
هذا أمين هذه الأمة
“Ini orangnya, dialah penjaga umat ini.”
Penduduk Yaman juga disebut sebagai umat Nabi yang amalnya akan membuat iri para Sahabatnya.
Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Rasulullahbersabda:
إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم
“Sesungguhnya akan datang kaum, yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka“.
“Apakah mereka kaum dari kaum Quraisy ya Rasulullah?” Tanya para Sahabat.
لا و لكن هم أهل اليمن
“Bukan, mereka adalah penduduk Yaman.” jawab Rasulullah.” (HR. Ibnu Abi Ashim).
MENSIKAPI HADIST-HADIST DIATAS
Kandungan dari Hadist-Hadist diatas tentu tidak semua yang mendapat keberkahan adalah semua orang di Yaman, misalnya orang non-muslim seperti nasrani, yahudi, atau agama di luar (Islam) lainnya. Hadist-Hadist tentang keutamaan orang-orang di negeri Yaman ini juga tidak mungkin bertentangan dengan dalil-dalil tentang indikator ketakwaan ummat muslim dengan tidak memandang suku bangsa dan negara. Walaupun warga Yaman, jika mereka pembohong, penebar fitnah, dholim, dan fasik tentu tidak akan mendapatkan fadzilah dari Hadit-Hadist tentang keutamaan Yaman, namun demikian jika orang yang bertaqwa di sisi Allah SWT dimanapun mereka berada dan dalam kondisi apapun, mereka akan mendapatkan keberkahan seperti orang-orang yang terpilih di negeri Yaman.
PERSPEKTIF GENEALOGI
Klan tertentu yang mengaku keturunan nabi yang berasal dari Tarim Hadramaut Yaman apakah termasuk dari orang-orang yang mendapatkan keberkahan Yaman. Memahami pernyataan ini haruslah melibatkan ilmu-ilmu lain untuk untuk menjustifikasi apakah benar bahwa penduduk Hadramaut Yaman yang mengaku bernasab dengan Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar keturunan Nabi Muhammad SAW, jika salah satu indikator ini gagal bahwa mereka bernasab dengan Nabi Muhammad SAW, berarti klan yang dimaksud ini sudah melakukan kebohongan/kedustaan sebagai pintu untuk kedustaan-kedustaan lainnya dan sebagai pintu perbuatan-perbuatan kejahatan lainnya. Maka pertanyaan kristis lainnya adalah, Apakah klan yang dominansi masyarakatnya pembohong dapat dikatakan sebagai orang-orang yang mendapatkan keberkahan negeri Yaman. Berkaitan dengan kedustaan Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra' ayat 36, penjelasan Tafsir Tahlili berkaitan orang-orang yang berdusta akan digiring ke Neraka.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya "Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya". (QS Al Isra' Ayat 36).
Berdasarkan Tafsir Wajiz QS. Al-isra' 36: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau tidak ketahui, jangan mengaku melihat apa yang tidak engkau lihat, jangan pula mengaku mendengar apa yang tidak engkau dengar, atau mengalami apa yang tidak engkau alami. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, adalah amanah dari Tuhanmu, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya, apakah pemiliknya menggunakan untuk kebaikan atau keburukan". [2]
Berdasarkan Tafsir Tahlili QS. Al-Isra' 36: Allah SWT melarang kaum Muslimin mengikuti perkataan atau perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya. Larangan ini mencakup seluruh kegiatan manusia itu sendiri, baik perkataan maupun perbuatan. Untuk mendapat keterangan lebih jauh dari kandungan ayat ini, berikut ini dikemukakan berbagai pendapat dari kalangan sahabat dan tabi'in: [2]
- Ibnu 'Abbas berkata, "Jangan memberi kesaksian, kecuali apa yang telah engkau lihat dengan kedua mata kepalamu, apa yang kau dengar dengan telingamu, dan apa yang diketahui oleh hati dengan penuh kesadaran.".
- Qatadah berkata, "Jangan kamu berkata, "Saya telah mendengar," padahal kamu belum mendengar, dan jangan berkata, "Saya telah melihat," padahal kamu belum melihat, dan jangan kamu berkata, "Saya telah mengetahui," padahal kamu belum mengetahui.".
- Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan larangan mengatakan sesuatu yang tidak diketahui ialah perkataan yang hanya berdasarkan prasangka dan dugaan, bukan pengetahuan yang benar, seperti tersebut dalam firman Allah: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. (Al-Hujurat 49: 12) Dan seperti tersebut dalam Hadist : Jauhilah olehmu sekalian prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yang paling dusta. (Riwayat Muslim, Ahmad, dan at-Tirmizi dari Abu Hurairah).
- Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah larangan kepada kaum musyrikin mengikuti kepercayaan nenek moyang mereka, dengan taklid buta dan mengikuti keinginan hawa nafsu. Di antaranya adalah mengikuti kepercayaan nenek moyang mereka menyembah berhala, dan memberi berhala itu dengan berbagai macam nama, seperti tersebut dalam firman Allah: Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya. (An-Najm 53: 23) Allah SWT lalu mengatakan bahwa sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati akan ditanya, apakah yang dikatakan oleh seseorang itu sesuai dengan apa yang didengar suara hatinya. Apabila yang dikatakan itu sesuai dengan pendengaran, penglihatan, dan suara hatinya, ia selamat dari ancaman api neraka, dan akan menerima pahala dan keridha'an Allah SWT. Tetapi apabila tidak sesuai, ia tentu akan digiring ke dalam api neraka. Allah SWT berfirman: Pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (An-Nur 24: 24) Dan hadist yang diriwayatkan oleh Syakal bin Humaid, ia berkata: Saya mengunjungi Nabi SAW, kemudian saya berkata, "Wahai Nabi, ajarilah aku do'a minta perlindungan yang akan aku baca untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Maka Nabi memegang tanganku seraya bersabda, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada-Mu (Ya Allah) dari kejahatan telingaku, kejahatan mataku, kejahatan hatiku, dan kejahatan maniku (zina)." (Riwayat Muslim)".
MISTERI DNA BERHAPLOGROUP G YANG DAHULUNYA BERASAL DARI YAHUDI KHAZAR [3]
Arthur Koestler dengan karya Best sellernya tahun 1976 “The Thirteenth Tribe : The Khazar Empire and Its Herritage” (Suku Ke-13 : Kekaisaran Khazar dan Warisannya), telah mengulas dengan sangat rinci siapa sebenarnya Bangsa Khazar ini. Yaitu sebuah suku bangsa yang memeluk agama Yahudi di Abad Pertengahan demi berkamuflase atau tidak diserang dari kedua sisi ketika Perang Salib. Beribukota di ITIL. Mereka adalah Kaum Pagan, penyembah berhala dan hidup dari Merampok di Jalur Sutra, jalur perdagangan darat paling strategis yang menghubungkan Timur dan Barat di jamannya. Mereka kemudian menjadi kaya-raya, dan kemudian membuat sebuah kerajaan yang membentang di kaukasus, di antara Laut Kaspia dan Laut Hitam. Tulisan Koestler ini tentu saja ditentang banyak Kaum Yahudi Khazari. Baik mereka yang menyusup di Askhenazim, Shepardim, Mizrahi, Kaifeng, Bene, Cochi, Igbo, Alpha dan yang lainnya. Mereka yang takut jati diri leluhurnya tersingkap, mengecam dengan keras dan melakukan kampanye pendiskreditan baik kepada pribadi Koestler maupun karyanya. Sebelum Koestler, banyak Sejarawan yang mengulas suku bangsa ini karena memang manuskrip dan catatannya begitu banyak. Diantaranya adalah Douglas Dunlop, Raphael Patai maupun Abraham Polak.
Kehebatan Koestler adalah tidak hanya menganalisis melalui kajian sejarah dan manuskrip saja. Tetapi dia juga berkolaborasi dan berkonsultasi dengan ahli biologi, karena dia sadar urusan nasab terkait erat dengan Ilmu Biologi dan Genetika. Tercatat bahwa Koestler berkonsultasi dengan ahli biologi Prancis Pierre Debray-Ritzen. Dimana dia memiliki keyakinan jika dapat membuktikan bahwa sebagian besar orang Yahudi Eropa Timur (nenek moyang Ashkenazim saat ini) adalah keturunan Khazar, dan bukan keturunan Semitik atau Ibrahim. Memang motivasi utama Koestler adalah mulia, menolak rasisme yang menimpa Bangsa Semit karena adanya stereotip buruk akibat arogansinya. Terutama bagi mereka yang memeluk Yahudi dan keturunan Bani Israil. Koestler memiliki keyakinan, seorang dari keturunan mulia tidak mungkin memiliki kecenderungan untuk menjadi jahat dan rasis. Dan keyakinannya ini akhirnya terjawab dengan kemajuan Sains dan Teknologi saat ini.
Secara deteksi Ilmu Genealogi, terbukti pula sebelum Kerajaannya terbentuk, Kaum Khazar sudah berdiaspora ke banyak negeri dengan membawa tradisi, agama dan ras kejahatannya. Dan kini melalui test Y-DNA, pria-pria Khazaria yang berhaplogroup G telah terdeteksi penyebarannya membuat banyak makar di sejumlah negeri. Dan keturunannya yang diluar Haplogroup G, alias Khazariyah maternalistik atau garis ibu, kini membanjiri Israel menjadi penduduk mayoritas. Yang tidak saja rasis kepada Bangsa Arab baik yang Muslim dan Kristen, juga kepada kaum Yahudi yang asli keturunan dari Nabi Ibrahim itu sendiri.
TERBONGKAR DNA MEREKA BERDASARKAN HAPLOGROUP YANG TELAH OPEN POSTING
Ilmu pengetahuan dan sains telah menjawab semuanya melalui perkembangan ilmu Biologi molekuler, bahwa mereka yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW ternyata berhaplogroup G, bukan mutasi dari Nabi Ibrahim AS, genetik mereka bersesuaian dengan Bangsa Yahudi Khazar sehingga sifat-sifatnya tidak jauh berbeda dengan bangsa Khazar yang sering berperilaku zalim, bahkan mengaku sebagai Bani Israil sehingga dijuluki (Bani Israil Suku-13) padahal mereka tidak sama genetiknya dengan 12 keturunan Bani Israil yang asli. Bangsa Khazar mengaku Bani Israil dan Klan yang ada di Indonesia keturunan bangsa lain mengaku Keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Baik bangsa khazar dan klan imigran sama-sama berhaplgroup G. Allah SWT menunjukkan kebesarannya melalui Ilmu Pengetahuan dan Sains.
DAFTAR IMIGRAN YANG TELAH OPEN POSTING
- Bisa dilihat pada tautan ini (Baca). Dari Indonesia, dari klan imigran sebenarnya ada 3 orang yang telah mendaftarkan dirinya pada perusahaan tes genetika (Haplogroup) yakni Family Tree DNA, Yakni Ahmad Sahab (G-M201) namun namun ini telah dihapus (Diduga karena ada keberatan dari klan mereka yang lain), Abdur Rahman Al-Hadi (G-Y102555), dan Agus Abu Bakar Arsal Al-Habsy (G-M201) [4].
- Penyerahan Hasil Haplogroup DNA dari Padasuka TV kepada Habib Agus Abu bakar Arsal Al-Habsy bisa dilihat (Lihat) [5].
MEREKA SALING MENDUKUNG
- Dari mereka ada yang membelokkan sejarah, semua dari mereka mendiamkan perilaku seperti itu, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka semua saling mendukung.
- Dari mereka ada yang membuat makam-makam palsu, semua dari mereka mendiamkan saja, bahkan institusi perkumpulan mereka mendiamkan dan tidak ada teguran, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka saling mendukung.
- Dari mereka ada yang mebelokkan sanad-sanad keilmuan, semua dari mereka mendiamkan saja, bahkan institusi perkumpulan mereka mendiamkan dan tidak ada teguran, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka saling mendukung.
- Banyak dari mereka yang menyampaikan ceramah di publik dengan konten ceramah yang tidak sesuai dengan khazanah islam (Misalnya mereka menjelaskan bahwa Faqihil Muqoddam Mi'roj 70x sehari melebihi dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW)
- Masih banyak lagi hal lainnya, dengan demikian itu, kondisi klan semacam ini tidaklah mungkin merupakan keutamaan yang diilustrasikan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah membohongi agama ini dengan kunci kebohongannya bermula dari pengakuan nasab sehingga kebohongan lain mengikutinya. Hadist keutamaan Yaman, merupakan keyakinan cerdas tetaplah akan mengalir bagi mayarakat negeri Yaman dengan Ketaqwaannya dan keimanannya tanpa dusta-dusta Agama. Karena penduduk asli Yaman yang beriman dan bertaqwa menjadi bagian dari keutamaan-keutamaan Hadist-Hadist diatas, kecuali penduduk pendatang yang menyusup ke negeri-negeri mereka teridentifikasi G, bukanlah asli Arab, mereka dari Khazarian sehingga kecil kemungkinan mendapatkan keutamaan itu kecuali mereka menyadari bahwa kedustaan adalah sesuatu yang dibenci Allah SWT, kemudian mereka beriman dan bertaqwa dan menjauhkan kedustaan itu, maka Allah SWT akan memberikan keutamaan Yaman walaupun dari Khazarian.
KESIMPULAN
Dalam Islam, kualitas dan kemuliaan seseorang diukur bukan dari status sosial, kekayaan, atau keturunan, tetapi dari ketakwaannya kepada Allah. Hal ini dinyatakan secara tegas dalam Al-Qur'an, khususnya dalam ayat berikut:
Surah Al-Hujurat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Allah SWT berfirman: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Meneliti." (QS. Al-Hujurat: 13).
Berdasarkan penjelasan tafsir Al-Wajiz: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yakni berasal dari keturunan yang sama yaitu Adam dan Hawa. Semua manusia sama saja derajat kemanusiaannya, tidak ada perbedaan antara satu suku dengan suku lainnya. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal dan dengan demikian saling membantu satu sama lain, bukan saling mengolok-olok dan saling memusuhi antara satu kelompok dengan lainnya. Allah tidak menyukai orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kekayaan atau kepangkatan karena sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Karena itu berusahalah untuk meningkatkan ketakwaan agar menjadi orang yang mulia di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang lahir maupun yang tersembunyi, Mahateliti sehingga tidak satu pun gerak-gerik dan perbuatan manusia yang luput dari ilmu-Nya" [6].
Surah Ali ‘Imran ayat 102:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102).
Berdasarkan penjelasan tafsir Al-Wajiz : Supaya kamu memperoleh keimanan yang kuat dan tidak goyah ketika terjadi cobaan, maka wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya sesuai kebesaran, keagungan, dan kasih sayang-Nya kepada kamu. Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya [7].
Penulis : Mohammad S., S.Kom., M.Kom.
(Dosen Rekayasa Perangkat Lunak, Telkom University, Kampus Surabaya)
REFERENSI :
[1]. Dikutip dari rmunubanten.or.id melalui tautan (BACA)
[2]. Dikutip dari quran.nu.or.id melalui tautan (BACA)
[3]. Dikutip dari rminubanten.or.id melalui tautan (BACA)
[4]. Dikutip dari familytreedna.com melalui tautan (BACA)
[5]. Link Video penyerahan hasil Tes Haplogroup DNA melalui tautan (LIHAT)
[6]. Penjelasan Surat Al-Hujurat Ayat 13 bisa dilihat melalui tautan (BACA)
[7]. Penjelasan Surat Ali Imran Ayat 102 bisa dilihat melalui tautan (BACA)