Pada Senin, 6 Januari 2025, acara Silaturahmi Kebangsaan berlangsung di Nanas, Tangerang, Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah ulama dan tokoh terkemuka dari seluruh provinsi Banten. Acara ini menjadi ajang diskusi yang berfokus pada penguatan ukhuwah Islamiah di tengah umat, serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.
Tokoh-tokoh penting yang hadir meliputi Kiai Said Aqil Siradj, Kiai Ahmad, rektor Universitas Islam Negeri (UIN), dan banyak ulama serta tokoh masyarakat lainnya. Mereka menyampaikan pandangan tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk.
Menanggapi Polemik Nasab dan Pentingnya Persatuan
Salah satu isu yang dibahas dalam acara ini adalah polemik terkait klaim nasab dari kelompok tertentu yang dinilai memicu perpecahan di tengah masyarakat. Klaim-klaim ini sering kali tidak disertai bukti kuat dan justru mengarah pada eksklusivitas yang merusak semangat kebersamaan.
Para tokoh sepakat bahwa penguatan ukhuwah Islamiah harus didasarkan pada ajaran Islam yang menyejukkan, mengedepankan persaudaraan, dan mempererat hubungan antarumat. Diskusi juga menekankan bahwa perpecahan yang disebabkan oleh doktrin kelompok tertentu tidak hanya mengancam persatuan umat Islam tetapi juga keberagaman bangsa secara keseluruhan.
Mengikuti Teladan Ulama yang Menyejukkan
Acara ini menyerukan umat untuk mengikuti ulama-ulama dan tokoh-tokoh yang memberikan uswatun hasanah (teladan yang baik) melalui perilaku, ucapan, dan tindakan. Kiai Said Aqil Siradj, Kiai Syarif Rahmat, dan tokoh karismatik lainnya dijadikan contoh nyata ulama yang tidak hanya membimbing umat dalam agama tetapi juga mendukung persatuan dan keharmonisan.
Sebaliknya, peserta acara mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kelompok-kelompok yang sering kali menyebarkan kebencian, mencaci pemerintah, dan menjelekkan ulama. Kelompok-kelompok semacam itu dianggap merusak nilai-nilai kebangsaan dan berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar.
Merajut Kebersamaan dalam Kebinekaan
Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali semangat persatuan di tengah tantangan zaman. Dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang damai dan toleran, acara ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa.
Para tokoh yang hadir mengajak semua pihak untuk berpikir jernih, meninggalkan fanatisme buta, dan kembali kepada jalan yang dapat membawa keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Melalui kebersamaan, Indonesia dapat terus menjadi rumah bagi keberagaman yang harmonis.
Penutup
Acara Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat dalam mempersatukan umat. Dengan menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan, Indonesia dapat terus maju sebagai bangsa yang kuat, damai, dan sejahtera. Tetap teguh dalam semangat NKRI harga mati dan jadikan Nusantara sebagai milik bersama yang harus dijaga selamanya.
Ditulis Oleh : @Syaf